Tuan, saya merindumu. Sangat!

Bingung mau naruhnya diwadah apa karena di hati saya sudah ga muat.
Saya taruh di hati Tuan saja ya? Saya melihat seluruh ruang disana tertulis nama saya, karena rindu ini memang milikmu, Tuan.

Tuan, mari bermain dengan angan
Melukis indah doa untuk masa depan
Dan menyenandungkan kidung harapan
Untukku, untukmu, untuk kita, dalam satu ikatan pernikahan

Tuan, saya merindumu. Sangat!

-Jakarta, 25 Agustus 2011-
Kalau kamu membaca ini, saya memang merindumu. Sangat! 


This entry was posted on 1:54 PM and is filed under . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

0 komentar: